Showing posts with label Khusus. Show all posts
Showing posts with label Khusus. Show all posts

Wednesday, January 6, 2010

KERAUHAN MASAL DI PURA BESAKIH

Jam menunjukkan 18.45 WITA / 17.45 WIB suara Musik Barongsai menghentak hentak dikesunyian Senja di Areal Pura Besakih Kaki Gunung Agung Bali pada Tanggal 31-12-2009 Untuk Adat Jawa Bila Matahari Tenggelam berarti Tahun Baru 1-1-2010,

Kala itu Matahari dan Bulan Tertutup Awan Gelap Hujan baru saja Reda, Suasana Komplek Pura Brahmaraja sangat Tenang Meru Tumpang XI berdiri Tegak tak Tergoyahkan bagai Pohon Terang Natal Kelahiran Jesus sejak 1343 yang dibuat Kerabat Majapahit dibawah pimpinan Arya damar dan Gajah Mada, nun disebelah kirinya Berdiri pula Pelinggih Meru Tumpang III Ida Bhatari Ratu Mas Magelung yang di China di Kenal sebagai Dewi Kwan Im Sang Penari, Sebelumnya memang Suasana Hujan Tapi Tepat Pukul 18.00 Saat Kedatangan Brahmaraja XI dan Rombongan yang dari Pura Brahma Terlihat masih seperti Barisan Semut menuju keatas Hujan berhenti seketika, Kemudian Tepat 18.45

Dengan mengenakan Busana Adat Majapahit Merah Brahma Raja Abhiseka Majapahit Sri Wilatikta Brahmaraja XI memasuki Areal Pura Brahma, Tampak Pria berambut Panjang sebahu ini berhenti sejenak di Undak-undakan Pura kemudian menggoreskan Keris yang di Pegangnya ke tanah, Kemudian mengarahkan Pusaka Andalan Majapahit itu ke Langit, Sungguh diluar dugaan Matahari Bersinar Merah menyorot Menerangi Areal Pura dari arah Barat, sedang diufuk Timur Bulan Purnama pun Bersinar Emas menyoroti Areal Pura Jadi Sinar Merah dan Emas Menyatu menyinari Sang Raja yang Genarasi ke XI Brahmaraja dan Ratu Mas sesuai Sinar Matahari Sore yang Merah Brahma dan Bulan Purnama yang Keemasan dari Arah barat Merahnya dan Timur Emas nya, Suasana Mencekam dan Sakral hanya Musik Barongsai Grombyangan memecah Kesunyian Areal Sakral Tempat Leluhur Majapahit sejak 1343 itu,
Sang Brahma Masa Kini langsung Naik ke Pelinggih Ratu Mas dan mengambil Pratima Ratu Mas dari Kepala Mahasiswi Cantik dan meletakkan perlahan lahan di Gedong Kecil Pelinggih waktu menunjukkan pukul 19.00 WITA sedang di Jawa masih jam18 .00 WIB, Langit membiru dan Awan Gelap entah kemana Perginya menambah Syahdu suasana, Bintang ber Kerlip Kerlip menghias Langit yang masih membiru Redup menjelang gelap tertutup Bayangan Bumi seolah Alam Bergembira menyambut Kedatangan Pratima Dewi Yulan / Dara Jingga / Indreswari dan setelah Upacara SRADA menjadi Ratu Mas Magelung Terbuat dari Batu Pualam Putih Yang Sangat Cantik Menawan dan Baru Pertama kalinya melinggih di Pelinggihnya Sendiri [1-1-2009 Yang di Linggihkan Pratima Idreswari]

Pratima ini adalah Wajah Asli Dewi Yulan atau Wulan dari Trowulan berbentuk setengah Badan dengan Pahatan seorang Seniman Maha Reshi Zaman Majapahit yang sangat Maha Sempurna Pahatannya, Hingga Guratan Mata yang Lentik khas China Tapi ber Perhiasan khas Putri Majapahit, Suatu Hasil Karya yang tak bisa diurai Kata karena Maha Sempurnanya Pratima / Foto Dewi Permaisuri Brahmaraja ini, Hingga Karena Keindahan Sidhi nya sampai Matahari Sore Bersinar Merah Brahma Sinar Sang Suami menyinari Wajah Sang Dewi Pujaan, Sang Dewi pun tidak mau Kalah dan Sinar Bulan Purnama baru Terbit berwarna Emas juga memancar mengimbangi Sinar Merah Suami tercinta, Begitu Dua Sinar Sidhi Dewa dan Dewi ini bertemu, Para Siswi dan Mahasiswi Serentak Menari Bersama secara Trans, Pemandangan Berubah seolah olah Berada di Alam Kadewatan dimana Para Bidadari sedang Menari dihalaman Istana Bhatara Indra, dan dalam Foto pun sangat berubah Gambarnya bahkan Barang Aneh pun bermunculan karena Lensa Kaca tidak bisa Tertipu seperti Mata yang penuh Dosa, Apapun Benda yang tidak bisa dipandang Mata bermunculan Terekam Camera yang jujur [di Tampilkan]

Demikianlah Acara Puja dan Doa dilantunkan Para Biku dan Bikuni Buda juga Para Pemangku Lanang dan Putri Hindu dan Para Gadis Gadis SARA [Suku, Ras dan Agama] bersatu Menari Nari mengikuti Kehendak Gerak Sang Penari Kahyangan yang meminjam Raga agar dapat di Tonton Manusia yang bukan Dewa atau Dewi.

Dilanjutkan Brahmaraja XI kemudian dengan di iringi Gamelan Pimpinan Komang Subagia dari Desa Tegak Kelungkung menuju Pelinggih Meru Tumpang XI Brahmaraja Leluhurnya dan Bermeditasi didepan Pintu Meru dan yang mengejutkan Arca Barongsai Kuna terbuat dari batu hitam yang menjaga kiri kanan Pintu sudah Raib entah kemana padahal tahun Baru 1-1-2009 masih ada, Untung sesuai Pawisik Pratima Sepasang Barongsai Posisi Tidur kecil terbuat dari Emas dan bermata Mirah Delima dan Mirip Arca yang Hilang diikut sertakan dan diletakkan dalam Pelangkiran Berukir jadi seolah menggantikan yang Arca Barongsai Besar yang hilang, agar tetap ada Barongsai nya yang di Percaya Sebagai Penolak Bala, Menyusul Dua Gadis membawakan Tikar dan Sesaji Tumpeng Besar untuk Bhatara Brahma disusul Pemberian Hormat kepada Sri Wilatikta Brahmaraja XI oleh Para mahasiswa, Mahasiswi, Siswa, Siswi, Teruna Teruni Bali dan Pengunjung dengan bersalaman juga ada yang menyentuh Kaki Sang Brahma bahkan ketika Gusti Ayu Rukmini SH menyalami terjadi keanehan Wanita itu menangis Trans dan jongkok akhirnya oleh Para Mahasiswi dibawa ke Pelinggih Ratu Mas dan Ternyata Istri Jero Gede Susila ini langsung Menari secara Trans, dan Turunan ke XI Brahmaraja yang telah di Abhiseka Sri Wilatikta Brahmaraja XI pada 1963 bertepatan Pula di Besakih ada Upacara Eka Dasa Ludra yang hanya diadakan 100 tahun 1 X. Menurut Cerita AA Ngurah Darmaputra SH yang datang pada malam 6-1-2010 di Pura Ibu Majapahit Beliau sering mendampingi Hyang Suryo Raja Mapahit bila Meditasi di Pura Besakih sejak 1968 bila Generasi XI Brahma ini datang dari Jawa, bahkan Kepada Lakon, Wisnu, Rupa, Biokong Edi dll di Pura Ibu malam itu Sarjana Hukum dari Puri Ukiran ini mengaku pernah dilantik Brahmaraja XI pada tahun 1970 an juga didepan Pelinggih Ratu Mas sebagai Pendeta Majapahit, karena seringnya mengawal Brahmaraja XI, bahkan dengan mata kepala sendiri menyaksikan ada Uang China Kuna sebesar Piring pernah Jatuh di Tempat Ratu Mas ketika ada Mangku menunjukkan Kalung Uang China Kuna kecil "Kalau Orang Majapahit mesti punya ini....." kata Mangku sambil menunjukkan Uang China Kepeng di Lehernya, belum selesai berkata tiba tiba "KLONTENG" ada benda jatuh setelah dilihat ternyata Uang China Kuno sebesar Piring Jatuh, Kontan sang Mangku Percaya kalau Hyang Suryo Orang Majapahit bahkan raja karena Uangnya Besar tidak umum, lalu Kopi dan Jajan disuguhkan Demikian Cerita Pria Paruh baya yang kerja di LIBI Belanda ini dengan serius dan masih banyak lagi Cerita Pengalaman nya Mengawal Sang Raja yang cukup mengherankan dan Dekatnya Turunan ke XI Dewa Brahma ini dengan Alam Leluhur, Juga Waisak tahun 2000 di Candi Bayalangu Tulung Agung Darmaputra bercerita Bulan Muncul setelah Sang Brahma berkata "Sebentar lagi Bulan akan kelihatan.." benar juga kondisi Langit Gelap dan baru Hujan langsung Bulan muncul bersinar Terang menyingkirkan awan Tebal dan Gelap "Jadi saya tidak heran mendengar Cerita di Pura Besakih kemarin" kata Pria yang dipanggil Rah Tut ini sambil selalu mengangkat HP nya yang selalu berbunyi dan akhirnya pukul 21.00 pamitan karena di Telpon Ngurah Harta ahli Ilmu Raja Leak katanya.Setelah menghaturkan Pejati Ketua Bidang Hukum Pura Majapahit ini ngeloyor pergi meninggalkan Pura Ibu Majapahit Jimbaran.

Kembali ke Besakih, tepat Jam 22.00 WITA menyusul datang Rombongan Rektor Universitas Mahendradata DR Arya Wedakarna yang mendapat Predikat Rektor Termuda di Dunia masuk Musium Rekord Indonesia {MURI} juga DOKTOR Termuda di Dunia juga masuk MURI, Pemrakarsa Ganesha Tertinggi di Dunia juga masuk MURI, Pemuda yang bisa Memimpin 800 Organisasi di Seluruh Dunia yang disebut Pemuda Terpandai bidang Organisasi se Dunia juga masuk MURI , Juga Pemrakarsa Kitab WEDA Terbesar di Dunia juga masuk MURI dll Langsung berdo'a di Pelinggih Ratu Mas, Kemudian Panitia Acara Besakih Wayan Swantika dengan Pengeras Suara meminta Brahmaraja XI untuk bisa datang ke Pelinggih Ratu Mas guna Menaksu Topeng / Tapel Gajah Mada dan Kebo Iwa. Demikianlah Brahmaraja yang masih Meditasi di Pelinggih Brahma Menghentikan Semadi nya kemudian dengan diiring Gamelan Bale Ganjur Hindu [Siwa] dan Musik Barongsai China [Buda] berjalan menuju Pelinggih Ratu Mas, Memasuki Pelinggih Ratu Mas Brahmaraja XI yang akrab dipanggil Hyang Surya ini langsung Kakinya dibasuh oleh Mangku Budi habis membasuh Kaki Raja Majapahit anehnya Mangku ini langsung jatuh tertelungkup tak sadarkan diri dan diangkat serta di Tirta agar Sadar lebih aneh lagi begitu Sadar Sang Mangku Langsung Menari dengan Kaki Satu tak lama tubuh nya Kaku berdiri dengan Posisi Aqintia yaitu berdiri kaki satu diangkat Mirip Rahwana Bertapa untuk menyadarkan sampai ditidurkan dan Para Biku Bikuni Buda dan Para mangku menyirami Tirta agar Sadar, Setelah Sadar malah Menari lagi dan Semua bahkan ikut menari ada yang Teriak Teriak "MAHARDIKA... MAHARDIKA..." 

Demikianlah suasana akhirnya hiruk pikuk pada Menari sesuai Kepercayaan China Bahwa Ratu Mas atau Dewi Kwan Im adalah SANG PENARI maka terbuktilah Bahwa Dewi Kwan Im atau Ratu Mas Hadir bersama Pengawal Pengawalnya lalu Menari. sambil meminjam Raga Orang yang hadir dan disebut Kapeselang / Kerauhan Leluhur, Demikianlah Acara Malam Tahun Baru 2010 yang sangat Aneh dan Mengherankan dengan Awal Kedatangan Brahmaraja XI di Besakih yang kondisi Hujan Lebat langsung reda ketika Raja majapahit Masa Kini turun dari Mobil dan menghunus Keris lalu mengarahkan ke langit di teruskan berjalan sejauh 1 Km menuju Pura Brahmaraja diiringi Pasukan Membawa Tombak Kembar berbaris kiri dan kanan, diiringi Putra Putri Kampus, Truna Truni Bali, Siswa Siswi Hindu, Para Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Mahendradata, Para Utusan World Hindu Youth Organization, Forum Intelektual Muda, Masyarakat berbagai SARA [Suku, Ras dan Agama] bahkan ada Ustad bercelana Panjang dan untungnya segera diberi Sabuk Kain berwarna Kuning seperti Jago Karate memakai Sabuk / Ban Kuning karena masuk Pura adat Bali harus pakai Ubet kalau tidak berpakaian Adat semuanya naik keatas Pura Besakih mengiring Sri Wilatikta Brahmaraja XI Raja Majapahit Masa Kini.

[Pandangan mata]

Thursday, December 31, 2009

TAHUN BARU 2010 RAJA MAJAPAHIT DI BESAKIH

31-12-2009 Suasana Puri Surya Majaphit Jimbaran Bali Sangat Ramai, Kelihatan banyak Orang melakukan Kegiatan Acara Ritual untuk Pergantian tahun dari 2009 ke 2010, Kelihatan Raja abhiseka majapahit Sri Wilatikta brahmaraja XI Menyerahkan Keris Empu Gandring kepada GRP Prawirodipoero untuk dibawa ke Pura Besakih dimana di Pura ini terdapat Pelinggih Empu Gandring Pembuat Keris tersebut.

Dengan diiringi Barongsai, Gamelan Bale Ganjur berangkatlah Keris dan Tombak Tombak Pusaka Majapahit, Tak Lupa Simbol Matahari Surya Majapahit menuju Pura Besakih di lereng Gunung Agung pagi pukul 10 WITA yang cerah itu. Menyusul jam 16 WITA Mobil Kawal Polisi Daerah [POLDA] XI Bali dengan Sirine Meraung raung membelah Kemacetan  jalan Raya di Bali menjelang Tahun Baru 2010 mengawal Mobil Mercy Hitam yang ditumpangi Hyang Bhatara Agung Surya Wilatikta Brahmaraja XI juga menuju Pura Siwa Buda terbesar di Nusantara yang tetap di Upacarai sejak Zaman majapahit Besakih untuk mengikuti acara SHANTI PUJA WANTI WARSA  "PEMUJAAN AKHIR TAHUN UNTUK KEDAMAIAN DUNIA", Jalanan yang macet tidak menjadi masalah Mobil Kawal Patroli POLDA Bali cukup gesit mencari Jalur agar tetap jalan dengan mengusir Mobil didepannya untuk minggir, Lampu merah pun tak menjadi halangan Bagi Rombongan Sang Raja agar bisa tiba dan Upacara tepat pukul 18 WITA,


Benar juga Tepat jam 18 Pria Ber Udeng Merah, Saput Merah dan Sarung merah Brahma ini Turun dari Mobil Hitam Compressor E200 yang disopiri Djoko Tole tepat ditangga Pura Besakih Waktu itu suasana Hujan Gerimis, Sang Raja Majapahit Masa Kini ini, dengan tenang mencabut Keris nya mengarahkan ke Langit dengan membuat Tulisan Swastika kekiri dan kekanan Simbol Budha dan Hindu masa kini, diteruskan membuat Tanda Palang di Tanah, Hujan pun berhenti "Tadi Sudah Hujan jadi nanti malam biar tidak Hujan agar Upacara Sukses, Kita kalau mencintai Alam pasti Alam pun mencintai kita" Ucap Sang Raja yang masih membujang hingga kini untuk menjaga Kesuciannya agar bisa Dekat dengan Leluhurnya dan menyelamatkan Rakyat nya yang Percaya tanpa memikirkan Imbalan apapun.

Dua Orang Gadis Siswa Hindu Kemudian membawakan Pratima Ratu Mas dan Dua Barongsai Kecil didalam Pelangkiran diatas Kepalanya mengikuti Pria yang akrab dipanggil Hyang Suryo dengan di Payungi Tedung warna Merah Brahmaraja susun Tiga kiri kanan Tedung Putih dan Kuning, Dengan di dahului dua Barongsai Merah Putih Sang Raja berjalan diiringi Pasukan Majapahit lengkap Persenjataan Tombak Kembar Zaman majapahit Asli milik Pengawal Raja yang berbaris jajar dua, Juga Para Mahasiswa Mahasiswi Universitas Mahendradata, Putra Putri Kampus, Teruna teruni Bali, Siswa Siswi Bali, Para Pengurus World Hindu Youth Organization dan Masyarakat Jawa dan Bali, Nusantara serta Dunia  tanpa membedakan Suku, Ras dan Agama berbaris menuju Pelinggih Brahmaraja dan Permaisurinya ratu Mas Leluhur dari Sri Wilatikta Brahmaraja generasi ke XI ini, Tiap memasuki Pintu Pintu Agung Sekat Pura Tak lupa Sang Raja yang ber Abhiseka Sri Wilatikta Barahmaraja XI menggoreskan Keris Pusaka majapahit nya ke Tanah membuat tanda Silang Hingga Langit yang gelap menampakkan Biru nya serta kerlap Kerlip Bintang Sore Dan Rembulan diufuk Timur yang memang Kebetulan Hari Purnama Tersenyum memandang Sang Narendra Utama dengan Sinar Sidhi nya yang Keemasan mengusir Awan Gelap dan Setibanya di Pelinggih Ratu Mas Pratima Ratu Mas diletakkan di Dalam Gedong Meru Tumpang III sedang Barongsai Kecil diletakkan di kiri kanan bawah Gedong dan Sang Raja Generasi XI melakukan Sembah Sungkem kepada Leluhur Ibu Kawitannya dari China Ratu Mas kemudian dilakukan Do'a bersama,

Tiba Tiba semua Gadis Menari nari secara tak Sadar mengikuti Irama Gamelan Pimpinan Komang Subagia dari desa Tegak Kelungkung yang bertalu talu, Makin cepat Irama Gamelan makin Cepat Tarian masal meliuk liuk, Hal ini Sungguh sangat mengherankan, Inilah bukti bahwa Ratu Mas Magelung yang bagi Orang China juga Indentik dengan Dewi Kwan Im yang juga disebut Sang PENARI Turun bersama Pengiringnya Menari, Jadi Tarian ini tanpa disadari Oleh Para Mahasiswi dan Siswi yang bukan Penari tapi kondisi Trans mereka bisa Menari dengan seragam dan Sempurna, ini membuktikan Leluhur ada setelah Pratima Ratu Mas diletakkan dan bersemayam di Meru Pelinggihnya ucap Brahmaraja XI dengan Serius dan Yakin bahwa Para Leluhur datang menyambut Kedatangan Keturununannya yang membawa Sesaji Lengkap berupa Tumpeng Putih Kuning dan dikemas dengan Sesaji Bali Tatacara Siwa Buda, Juga Musik nya pun Siwa Buda yaitu Musik Barongsai China [Buda] dan Bale Ganjur [Siwa] inilah yang membuat Para  leluhur Siwa Buda Langsung Turun membuktikan kalau Beliau Ada dan Melinggih di Pelinggihnya yang selalu di Upacarai sejak didirikan 1343 oleh Para Kerabat Majapahit dibawah Pimpinan Arya Damar dan Gajah Mada dan di Lestarikan Keturunannya di Bali hingga kapanpun. Demikianlah Acara Ngalinggihan Ratu Mas di Pelinggihnya dan Beliau sudah mau Melinggih dibuktikan dengan Tarian Trans tadi, Ini juga membuktikan betapa Sakral Tempat ini yang jarang dimasuki sembarang Orang, sebab Pengunjung kalau berdo'a cukup di Penataran Agung Padma Tiga paling bawah yang dibuat di Era Orde Baru yang asalnya hanya Onggokan Batu Kuna cerita Dewa Mardiana kepada Brahmaraja XI lalu dibuat Padma Megah 3 Buah melambangkan Brahma, Wisnu dan Siwa Tapi ada juga Kelompok Aliran Hindu yang menyebut lain, Jadi hal ini agak Aneh, Hanya Brahmaraja XI yang langsung naik keatas menuju Pelinggih Brahmaraja Wisesa dan Ratu Mas Magelung [Rambutnya di Gelung seperti Dewi Kwan Im] yang Jarang diketahui Orang awam tanpa melalui Penataran Agung Padma Tiga karena Beliau Adalah Keturunan ke XI Brahma Wisesa sendiri.

Jam 22.00 menyusul Rombongan Rektor Universitas Mahendradata DR Gusti Arya Wedakarna, Langsung melakukan Sembah kepada Leluhur Putri Ratu Mas untuk Persatuan Majapahit Pusat dan Bali, di Susul Upacara memberi Taksu Topeng / Tapel Gajah Mada dan Kebo Iwa yang di Bawa Sang Rektor agar Jawa Bali tetap bersatu, Brahmaraja XI dengan diiringi Gamelan Bale Ganjur dan Barongsai menuju Pelinggih Ratu Ibu Mas Magelung dari Pelinggih Meru Tumpang XI Brahma Wisesa tempat Beliau Meditasi sebelumnya dan langsung duduk disebelah Pemuda Terpandai dan Rektor Termuda di Dunia ini, Kembali Acara Mencekam Seorang Pendeta Budha Wanita Kapeselang dan mengumumkan Brahmaraja adalah Pemersatu disusul Semua Pengawal Majapahit juga Kapeselang dan meneriakkan "MERDEKA" dan Mangku Budhi tanpa sadar mencuci Kaki Brahmaraja XI dan Sang Mangku malah Trans dan jatuh tertelungkup mencium kaki Sang Brahma hingga tak sadarkan diri dan diangkat oleh Mangku yang lain untuk di Tirta agar Sadar disusul banyak Putra Putri yang berebut menyalami dan menyentuh Kaki Sang Raja, dan Upacara Menaksu Dua Topeng / Tapel inipun sekaligus Meng-Abhiseka Wedakarna dengan Nama Abhiseka Sri Wilatikta Tegeh Kori Kepakisan Sebagai Raja Majapahit Bali Dengan Menumpangkan Keris Pusaka Andalan Majapahit "'SAPTA RESHI"" yang juga disebut Keris Tri Sadaka ke Kepala Wedakarna dan kedua Tapel, disaksikan Para Leluhur Majapahit yang Turun, bagi yang tidak bisa melihat Turunnya Para Leluhur karena bukan Orang Suci, Mereka pun Percaya karena melihat dengan Mata Kepala Sendiri Para Pendeta Siwa dan Budha dan Sebagian besar Pengunjung Kapeselang / Karauhan / Raganya dipinjam Ida Bhatara dan Bhatari pada Menari bahkan di Foto Digital muncul 2 Naga diatas Kepala Orang yang Kapeselang [di Tampilkan] Seorang Siswi Bernama Tika yang sebelum ke Besakih sudah Mimpi Kepalanya dililit Naga, Bahkan Mangku Budhi yang baru Mencuci Kaki Brahmaraja XI Menari nari dengan Kaki Satu Posisi Aqintia hingga beberapa saat lalu  berdiri kaku seperti Patung Aqintia sampai tiga Orang mengangkat Tetapi Sang Mangku tetap kaku dan akhirnya direbahkan dan diberi Tirta agar sadar dan menari lagi, diikuti Pengunjung lain  pada Menari yang aneh Istri Jero Gede Dalem Tarukan Gede Susila Gusti Ayu Rukmini yang Sarjana Ekonomi dan Hukum malah ikut Kapeselang / Kerauhan dan Menari diikuti Mahasiswi Arum Buwana, Kartika Giri, Bayu Permana dll, dan mengucapkan Selamat atas Pengesahan Abhiseka Sri Wilatikta kepada Keturunan Tegeh Kori Raja Bali ini, Sejak 1 Januari 2010 Maka Sah lah Sri Wilatikta Tegeh Kori sebagai RAJA MAJAPAHIT BALI selanjutnya Acara Darma Wacana dari Brahmaraja XI dimana disebutkan Bahwa Yang Tua akan segera minggir untuk digantikan yang Muda, Janganlah generasi Tua dan serakah bercokol terus, berilah kesempatan yang Muda untuk dipercaya kalau BISA memimpin Bangsa ini sesuai Bidangnya disambut tepuk Tangan Pengunjung yang rata rata Generasi Muda,

Juga di Singgung Tentang Presiden Gus Dur yang sudah membuka Pasung Acara Budaya China yang menyatu dengan Bali sejak Dahulu, Hingga Barongsai Penjaga "Penolak Bala "bisa di hidupkan lagi " [Sayangnya 2 Barongsai dari Batu yang menjaga Pintu Meru Tumpang XI Brahmaraja sudah hilang, padahal Tahun Baru 2009 masih ada] Lihatlah Kesatuan Siwa Buda sudah terlihat di Depan Pelinggih Siwa Buda Majapahit dengan bersatunya Bale Ganjur dan Barongsai untuk Menghibur Leluhur Yang Siwa Buda dan terbukti Beliau senang dan langsung Turun menerima kedatangan kita" di Tambahkan Bali kalau Upacara selalu menggunakan Uang China Kuno inilah Bukti bahwa Leluhur Putri kita dari China yang ber Ageman Buda dan Adat Majapahit memanivestasikan Leluhur Putri Yulan dengan Dewi Titisannya yaitu Ratu Mas atau Dewi Kwan Im, Kan Ratu Mas atau Dewi Kwan Im itu Perantara Manusia Hidup dan Budha, Jadi Siwa Budha adalah Kesatuan, Buda tidak mengakui Siwa bukan Buda, sebaliknya Siwa tidak mengakui Buda bukan Siwa Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa inilah kutipan Lontar Sutasoma yang digali Bung Karno Pendiri RI untuk Dasar negara kita yaitu PANCASILA, yang sejak 1965 tidak di Pakai secara benar, Hingga Adat Leluhur Ibu dari China dihapuskan diganti Adat Islam Arab yang sangat bertentangan dengan Adat kita yang memuja Leluhur dengan Tuduhan Adat China Komunis tidak ber Tuhan, Untung Bali tidak terpengaruh adatnya dari Dahulu tetap lestari dan Pelinggih Ratu Mas ini tetap Abadi berdiri Tegak selama 666 tahun tidak dihancurkan seperti di Jawa oleh Islam, memang Orang nya bisa berubah seperti 1965 umur nya 10 tahun, dan 2010 ini kan 60 tahun Jadi Perubahan selama 50 tahun lalu tidak mengenal Barongsai dan dianggap Asing karena adat China yang diberangus sejak 1966 itu sangat kita maklumi dan Sadari hingga Nama Bung Karno Pendiri RI pun mau dihapus dari Sejarah, tapi untung Mereka masih tahu kalau ini Pelinggih Ratu Mas yang bahaya kalau sudah tidak tahu Pelinggih Leluhurnya dan tidak kenal Nama nya, yang penting Generasi mendatang tentunya sudah bisa berpikir Seperti Gus Dur yang Wafat kemarin sudah berpikiran Maju membebaskan kembali Adat Budaya Ibu dari China hingga kita bisa menikmati serta Leluhur pun Senang karena GARWO adalah Sigaran ne Nyowo menurut Jawa Kuna,

Jadi Istri itu adalah Separuh / Belahan / Sigaran Jiwa jadi tidak boleh dipisahkan yang diwujutkan Bapak / Purusa / Lingga adalah Siwa dan Ibu / Predana / Yoni adalah Buda Dewi Kwan Im Ratu Mas, Inilah kepandaian Lawan Majapahit, dengan memecah Belah Leluhur Putri dan Lanang menjadi Agama Budha dan Agama Hindhu yang memuja Hyang Widhi / Tuhan / Allah yang satu seperti Islam agar kita jadi Bangsa yang bodoh tidak mengerti Leluhur Sangkan Paraning Dumadinya, dan Keturunannya itu selalu pada Cerai.[TV] malah Istri yang Sigaran Nyawa dikontrakkan Orang Arab [TV], dan marilah kita do'akan Gus Dur yang sudah membuka jalan Persatuan biarpun dihambat Orang yang anti Persatuan dan Pancasila Dasar Negara RI karena Takut bila rakyat bersatu dan Mengerti apa itu Pancasila Warisan Majpahit yang dianggap Kafir mereka yang Dajjal ngaku Islam anti Persatuan dan suka Menumpas Kafir dan Adat China Buda akan kalah tidak bisa mencengkram Negri ini dengan Ajarannya yang bertentangan Bumi dan Langit dengan Adat kita.

Demikianlah Acara Tahun Baru 2010 Raja Abhiseka Majapahit masa Kini telah juga Meng Abhiseka Raja Majapahit Bali dengan Abhiseka Sri Wilatikta maka kini ada dua nama Wilatikta yaitu Sri Wilatikta Brahmaraja XI Raja Majapahit Masa Kini dan Sri wilatikta Tegeh Kori Raja Majapahit Bali yang juga Rektor  Universitas Mahendradata yang didirikan Bung Karno 1963 dengan nama "'MARHAEN"" juga Sang Rektor adalah DOKTOR termuda dan Pemuda Terpandai di Dunia [26 tahun] yang juga President World Hindu Youth Organization, bahkan Adik Perempuan Sang Rektor Gusti Ayu Diah Werdhi juga berpredikat DOKTOR Ilmu Pemerintahan Wanita Termuda di Dunia yang di Wisuda pekan silam [Bali Pos] Jadi tidak salah Raja majapahit Masa Kini meng Abhiseka Pemuda Ganteng berpostur Tinggi yang juga Keturunan Raja Bali Zaman Majapahit yang ber Otak Briliant dan diakui Dunia ini Menjadi Raja majapahit Bali {Bali bahasa Jawa bisa diartikan Kembali}

SELAMAT TAHUN BARU 2010 Semoga Perubahan Baik akan menyertai Negri ini yang sudah Porak Poranda, DPR dan Presidennya sibuk ngurusi Century semoga berakhir sebaik mungkin dan memuaskan Rakyat dan Pemerintahannya SEMOGA, Pukul 9 Pagi 1-1-2010 Mobil Mercy Hitam dengan Kawalan Polda Bali kembali memasuki Puri Surya Majapahit Jimbaran anehnya Brahmaraja XI tidak ada  dalam mobil ini malah yang turun Gusti Putu Surya membawa Keris Empu Gandring yang disambut Para Mangku dan Pendeta Buda, dan apakah kepulangannya di Rahasiakan akibat ada Ancaman Bom yang diucapkan Rektor Mahendradata semalam di Besakih "'Ada Ancaman dari Situs Internet bahwa Bali akan di Bom Teroris..." Belum ada Konfirmasi lebih jauh Data Ancaman yang diucapkan DOKTOR Termuda di Dunia ini Dua Orang Polisi tetap berjaga di Pura Ibu Majapahit dengan mengenakan Rompi Anti Peluru berwarna Biru hingga tulisan ini diturunkan dan Ancaman tidak terbukti berkat Lindungan Para leluhur Majapahit yang sudah di Upacarai semalam dan Sukses tidak Hujan dan masing masing Selamat tiba kembali dirumah*** {Drs Komang Artanegara SE Panitia Upacara Akhir Tahun Pura Ibu Majapahit}

Monday, December 28, 2009

KEJAHATAN DAN PERLU PETRUS

METRO REALITAS Pagi 29-12-2009 Memberitakan Kejahatan yang Merajalela dan Perlukah PETRUS [Penembak Misterius] di Munculkan ? Komentar dari Laksamana Soedomo, Anton Medan dan Jhoni Indo mengatakan Tidak Perlu.1983-1985 Sempat muncul PETRUS [Penembak Misterius] dan 2009 Muncul istilah MARKUS [Makelar Kasus] yang akan di Ganyang SBY. Keduanya nama Murid Jesus,

Memang sesuatu Kelompok Seperti PETRUS yang menurut Panglima Komando Pemulihan dan Keamanan dan Ketertiban [KOPKAMTIB] yang menurut Panglimanya Soedomo yang Jendral Bintang 4 TNI AL adalah Kelompok Geng Petrus dan Geng Lainnya [Yudas?] lagi Berperang atau Perang antar Geng ini membuat Trauma Orang Bertato Kata Metro TV. Kalau tidak salah Petrus dihentikan karena ada Penumpang Gelap yang ikut menjadi Petrus [Tapi Murid Jesus] yang ikut mebunuh Kiyai yang dapat Penghargaan Penumpasan G 30 S PKI, Akibat 1965-1966 Orang Tidak Ber Tuhan di Tumpas dengan cap Komunis, Kalau Petrus Asli Murid Jesus Menyangkal 3 X Demi Keslamatan agar tidak di Tangkap seperti Jesus, Sedang Petrus {Penembak Misterius] maupun Petrus [Nama Murid Jesus] sama sama Misteriusnya alias tidak ada yang Menyangkal 1 X pun. Kejahatan di Negri ini kok demikian Hebatnya ?

Padahal mari kita lihat Pedesaan Bromo, Dieng Waktu Petrus Ngetren Sangat Aman Maling pun tidak ada "Tentrem ayem Kertaraharja" dimana Pedesaan itu Bebas Masjid, Juga Pedesaan sebelum Penumpasan Orang Kejawen, Makripat, Kepercayaan Leluhur pokoknya bukan Islam 1965-1966 juga Aman Tentrem Kertaraharja ya ada Sedikit Gejolak antara Buruh dan Tuan Tanah tapi Lokal didaerah Onderneming, Pabrik Gula dan Daerah Kiyai dan PKI yang ribut seperti di desa Kepung Kediri dan sangat Lokal, seperti PKI Madiun Lokal, Ambon Lokal, Poso Lokal, DI / TII [Tentara Islam Indonesia] Jawa Barat dan Sumatra ini agak Besar tapi ya Lokal tidak Menyeluruh di Republik ini dan kan ada Polisi dan TNI yang bisa mengatasi, Juga G 30 S PKI lebih Parah lagi hanya di Lobang Buaya Jakarta tapi malah di Nasionalkan hingga 1965-1966 Masyarakat yang bukan Islam di Tumpas sampai Akar Akar nya Me Nasional, Hingga Pedesaan ikut Islam Semua dan sekarang Kejahatan Merajalela sampai muncul Petrus yang mirip nama murid Jesus, Orang Ingin mengajarkan Kejawen "Jujur Sabar Narimo" malah dituduh Sesat dan di Tumpas,

Orang Ingin Muja Leluhur yang Ajarannya Adiluhung Rukun, ber Pancasila Nasakom pun di Tumpas Termasuk Bung Karno Penggali Pancasila dan Pencetus Nasional, Agama dan Komunis harus baersatu, Orang mau Bikin Gereja yang Injilnya bahasa Jawa dan Madura agar mudah di mengerti dan agar Orang Berbuat baik mengikuti Jejak Jesus yang Ajarannya Mengampuni Orang ya di Tumpas ijin Gereja sejak 1965 sampai kapanpuntidak bisa turun juga ijin Sanggar Pura dan Tempat Leluhur, Hingga semua Ketakutan dan Masuk Islam yang kitabnya Bahasa Arab dan sulit dimengerti, yang di Dakwah kan hanya Tumpas Kafir, Perpecahan, Anti Tanah Air, Anti Agama Lain dengan ajaran Menghancurkan Gereja , Pura dan Sanggar kejawen. Setelah Sukses Islam Semua kok malah Kejahatan Merajalela? Sampai Sampai Orang masang Gambar Bung Karno Penggali Pancasila rumahnya di Hancurkan dan di Bunuh, Karena Orang ini tidak mengerti Kalau Presidennya PKI dan sudah di Turunkan dan Buku Ajarannya di Larang karena menyatukan dan mengajar Cinta tanah air / Nasionalisme, yang boleh hanya Islam Dajjal Arab yang tidak mau bersatu dan Numpas selain Islam. Juga Adat Budaya Jawa Asli dan China di Tumpas di Cap Atheis dan tidak boleh hidup di Indonesia selain ikut Islam Dajjal dan ber Adat Arab Padang Pasir, jadi yang boleh hidup hanya Islam saja dengan adat Arab nya, Bayangkan dulu umur 10 Tahun 1965 sekarang mereka umur 60 tahun 2010, Tidak kenal Bung Karno Penggali Pancasila, Sejarah majapahit Pencipta Pancasila, Sejarah Kebesaran Bangsa ini dll, hanya kenal Buku Arab Pahlawan Numpas Kristen, Numpas Kafir yang digembar gemborkan Ayat Ayat Arab Bahasa Arab yang artinya tidak tahu, hanya tahu dari Dakwah Kiyai nya yang ber Otak Arab dan ingin menguasai Negri ini dengan Sareat Arab Dajjal nya yang selalu mengajari Numpas Kafir Nge Bom matinya disambut Bidadari,

Inilah yang membuat Rusak Negri ini, Pedesaan tidak aman Penghancuran dan Pemusnahan Sanggar, Gereja Jesus dan Aliran Sesat yang tidak ikut Arab pun marak, Masyarakat dididik Pengajian Bahasa Arab yang sulit dimengerti yang penting apal Bahasa Arabnya dan dilombakan MTQ tanpa dididik Adat kejawen yang Adiluhung karena Kejawen dianggap Kafir pokoknya selain Islam Kafir, Punden  Candi Leluhur pun di hancurkan dilarang di Upacarai di tuduh tempat Setan Berhala dan Patung Patung  [dulu belum ada Foto, Patung sekarang adalah  Foto ] Leluhur di Hancurkan pula, Mencintai Tanah Sendidiripun dilarang seperti Mencium Bumi, semua yang Suci adalah tanah Arab, Jadi Cinta Tanah Air pun tidak diajarkan, Sejak Taman Kanak Kanak [TK] diajarkan Manasik Haji mengelilingi Kaabah dari Karton {TV gencar menyiarkan sampai kini] yang Tua berduyun duyun Naik Haji dan marah kalau dibatasi [Kuwota], Jadi Setelah Negri ini Jadi Islam Semua, Kejahatan, Korupsi, Kekerasan , Pemboman dll  Marak dalam berita TV kini, Pelajaran untuk mengimbangi Kebrutalan pun tidak Boleh Seperti Pura Majapahit Trowulan yang menyatukan SARA [Suku, Agama dan Ras] Jadi Orang ingin berbuat Baik Bisa Rukun Tumpengan di Leluhur pun dilarang, Sampai Aparat pun membela Tukang Menghancurkan Pura seperti Imam Karyono yang di Dukung Camat untuk Menghancurkan Pura majapahit nya Hyang Suryo tapi setelah gagal malah Camatpun Menutup atas nama MUSPIKA [Camat-Polisi- Koramil / Pemerintah RI] ini contoh yang kelihatan dan banyak contoh lain yang sudah bosan diungkapkan. Tapi banyak Orang jujur dan mempertahankan Adat Jawa biarpun diasingkan, nasibnya mengenaskan sekali, Juga yang di cap keluarganya ada yang terlibat PKI malah bagaikan Binatang biarpun tetap tidak ke Masjid, Tapi hebatnya mereka bisa bertahan Hidup seperti Binatang, ini yang patut di Acungi Jempol ialah Kejujurannya padahal tidak mau Ngaji Kitab Arab dan bertahan sebagai Orang Jawa [baik], Sampai "Aku Bangga jadi Anak PKI'" teriak Wanita yang kini duduk di Dewan Perwakilan Rakyat [DPR] di Senayan jakarta. Karena tidak ada Mentri PKI yang Korupsi diera Bung Karno Nasakom, Sekarang / Korupsi Berjamaah sampai memalukan sekali Para Mantan Anggota DPRD, Bupati dan Aparat Pemerintahan  pada di Tangkap karena Korupsi yang ber Agama Islam yang memang benar dan paling benar [TV] tapi kok Korupsi Uang haram kan ajaran Islam tidak mau Haram? Jadi sampai Metro TV berkata apa perlu PETRUS [Penembak Misterius] di Munculkan ?

Mengapa tidak Petrus Murid Jesus saja dibebaskan mengajar "Ampunilah kesalahan Kami, seperti Kamipun Mengampuni Orang yang bersalah kepada Kami"? , Coba ada Aliran Petrus yang murid Jesus pasti di Tangkap dengan tuduhan Aliran Sesat nantinya. Lha Wong Aliran Kejawen "Ngumpul Ngumpul masi enggak Mangan"  bercerita tentang leluhur dan mimpi Kejujuran yang di Praktekkan Orang Kecil malah di tuduh Sesat contoh Alian Makripat, Siti Jenar, Injil Taurat dan Jabur, Saptodarmo  dll dst dsb malah ditangkap dan di Bubarkan karena Melecehkan Islam yang suka Numpas Selain Islam dan dianggap Kafir kok. Jadi inilah Sebabnya coba Orang mengajar Kebaikan di Bebaskan kan ada Perimbangan antara Islam yang suka Numpas dan Nge Bom diimbangi Orang Kejawen yang Jujur Sabar Narimo dan bisa di Pedasaan Aman, tapi ya jangan mimpi wong Islam tidak mau Rukun itu Masjid LDII dan Achmadiah saja di Hancurkan apalagi Kejawen / ajaran Kejujuran yang dianggap Sesat dan setan?

Contoh Bung Karno yang Nasakom saja di Tumpas dengan Pengikutnya Genosida. Jadi Bagaimana Sekarang? Ini sampai Alam Murka melihat tanahnya di injak injak Manusia yang Anti Tanah yang di injaknya ikut Arab, Adat Budaya Tanahnya yang sudah Ribuan Tahun seperti Nyuguh Sesaji, Odalan, Caru dll juga sudah 500 tidak dilaksanakan mengikuti adat Arab, Jadi coba coba saja lah kembali ke Adat Sendiri lalu lihat hasilnya 5 tahun saja kan sudah terpuruk 50 tahun Akibat Penumpasan selain Islam, dan Islam berkuasa Menumpas Ajaran Kebaikan sejak 500 tahun dimana Keruntuhan Majapahit Sirna Ilang Kertaning Bumi [1400 Saka / 1478 M] dan kebetulan Sabdopalon menulis 500 tahun akan menyebarkan Agama Buda lagi, monggo di Coba 5 tahun saja kalau gagal ya kembalikan atau import Pimpinan dari Arab untuk menegakkan Sariat Islam dengan Menumpas Bangsa ini sampai habis seperti 1965-1966, Ayo di Coba itu Pesan Leluhur Sabdopalon kita Libur naik Haji 5 tahun, Ahli Odalan dan Caru kita masih banyak di Bali yang bisa buat Odalan itu dana Haji 5 Tahun kita pakai Odalan di Borobudur, Prambanan dan Candi Candi Leluhur lainnya di Nusantara untuk menyenangkan Danyang nusantara Sabdopalon, juga untuk meredam Kemarahannya atas di bencinya Tanah Air ini, karena cinta Arab, monggo dicoba ini Solusi saja atau Impian, Kan Republik Mimpi dapat Penghargaan Dunia itu Metro TV ?

Ayo di Coba Impian Sabdopalon yang di anggap Tahayul dan Kafir oleh Islam Dajjal dan harus di tumpas. dan Sudah di Tumpas itu Pura Majapahit Trowulan Jalan Brawijaya Dara Jingga tembus Sabdopalon yang sejak 2002 Sudah tidak bisa Odalan dan Caru karena di Tutup Camat yang Struk dan Tewas yang disusul Tsunami [Alun Minggah Ing Daratan] Serambi Mekah, Lumpur Lapindo, Banjir Bandang, Angin Besar [Angin Ageng Anggergisi] menghancurkan Rumah dan Sekolah yang mengajarkan Cinta Arab dll dst dsb Baca sendiri itu Sabdopalon. SEKALI LAGI MARI DI COBA seperti Bali yang 1000 tahun tanpa henti Odalan dan Caru untuk Leluhur Biarpun tinggal 20% Tanah yang di Caru tapi Bali Aman dari Bencana karena Pura Pura Peninggalan Majapahit masih di upacarai Terus sejak 1000 tahun biarpun 50 tahun Pemerintahan Islam nya kuat ada Mentri Agama yang mengatur Agama resmi Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu tambah Konghucu hingga ada Tempat Ibadah Hindu satu Padma memuja Hyang Widi / Tuhan / Allah [Satu Tuhan] untung Pura Pura Leluhur masih Lestari di Bali dijawa dihancurkan Leluhur Majapahit saja di tutup , Seperti Pelinggih Empu Gandring, Markandiya, Arya Kenceng, Brahma wisesa, Ratu Mas dll Leluhur kita bukan Allah/ Tuhan yang sibuk Mengatur Alam Semesta agar Bumi tidak kiamat 2012, atau besok ditabrak Planet lain bahkan sampai Allah menurunkan Hukum ke V yang menyuruh Hormat Orang Tua agar Dapat  Surga memang lewat Tol langsung Allah / Tuhan ngirit dana, tapi lewat jalan Tol karena enak lalu banyak Kecelakaan nyawa pun melayang bukti Tuhan / Allah Sibuk di Alam Semesta buktinya yang celaka teriak teriak ya Allah, ya Allah tetap mati, dan Allah  menyerahkan kita pada leluhur yang sudah jadi Dewa Bhatara dan Bhatari juga Leluhur Sabdopalon lihat itu Film Budha Tong Sam Cong Ada Dewa langit Dewa Bumi Dewa Air Dewi Kwan Im dll yang harus di Hormati kalau kita Wisnu Dewa Air kawin dengan Dewi Tanah Sri punya anak Dewa Tumbuh tumbuhan Boma***

Saturday, December 19, 2009

PERINGATAN KELAHIRAN JESUS

Hari Natal 25-12-2009 Kita memperingati Kelahiran seorang Nabi Agama Terbesar di Dunia yaitu Kristen yang  di Indonesia juga cukup dikenal sejak Zaman Belanda, Dimana Metro TV mengungkap tentang Kemarahan Jesus ketika mengobrak abrik Kaabah karena dipakai perdagangan, menukar uang dan Cukai, dimana dijelaskan bahwa inilah penyebab Jesus di Salib dan baru 300 tahun kemudian Roma mengakui Jesus dan dipakai Agama Resmi Pemerintahan waktu itu,

Gema Jesus akhirnya men Dunia dan Ajarannya "Bila ditempeleng Pipi Kirimu berikan yang Kanan" ini banyak diterima Masyarakat Dunia, Juga riwayat nya yang lahir di Kandang dan Bisa berjalan diatas Air, Menghidupkan Orang mati dan Banyak Kebaikan lainnya membuat Panutan bagi Umatnya, Juga Pernah Bertapa 40 hari 40 malam hingga bisa ditemui Iblis 3 X,

Dan ketika ditangkap Petrus Muridnya pun menyangkal 3 X demi keslamatan Dirinya yang meneruskan Ajaran Jesus. Hingga Jesus pun ketika ditanya Orang bagaimana memperoleh Selamat dijawab "Ikutilah Jejak KU" Ada kemiripan dengan Budha yaitu Bertapa dibawah Pohon Bodi hingga mendapatkan Wahyu dan Perjalanan keduanya yang menjadikan MOKSWA bisa Naik Surga atau Nirwana, Hanya Beda Status saja, jadi Mokswa adalah hak segala Orang baik Orang Hina, Anak Raja dan Siapapun asal menjalankan Kebaikan dan Ber Tapa. Kini banyak Orang mengikuti suatu Ajaran tapi tidak pernah Mengikuti JEJAK Guru yang memberi Pelajaran hanya diambil Enaknya saja,

Inilah contoh bahwa Jesus lahir dikandang Kambing sangat Hina dan menjadi Orang Besar berkat Lelaku / Perbuatan nya Kita ambil Ber Tapa ini yang banyak juga dilakukan Para Raja dan Empu di Negri ini Zaman sebelum ada Islam, Nabinya Islam Saudagar atau Pedagang yang pernah ikut Pamannya ke Negri China dan di Naking China juga ada Makam Nabi Muhammad hingga Sang Nabi pun bersabda "Tuntutlah Ilmu ke Negri China..." Sayangnya Nabi ini Meninggal Dunia dan tidak Mokswa dan ada Makamnya yang terbengkalai di Arab tidak boleh di Puja untung ada Makam nya di China yang di Puja diberi Buah dan Dupa, sedang Jejaknya diikuti Umatnya yaitu Perang Salib menumpas Kristen atau Orang Kafir hingga Majapahit pun di Tumpas karena Kafir dan 1965-1966 pun berhasil menumpas bangsa ini dengan sebutan Komunis tidak ber Tuhan hingga jutaan Orang mati dibunuh dengan Pedang Islam, Jesus Hari ke 3 Bangkit bisa menampakkan Diri kepada murid muridnya dan hari ke 40 Naik ke surga disaksikan murid murid dan pendukungnya,

Ini mirip Putri Miao San yang juga naik ke Alam Nirwana disaksikan Raja dan Rakyatnya di Kerajaan Thang / Tong  Negri China yang menjadi Avalokitesvara dan lebih dikenal Dewi Kwan Im, Inilah kisah Nabi Isa atau Jesus yang berhasil menyebarkan Ajaran nya di Jazirah Timur Tengah, dimana setelah 300 Tahun di Salib untuk menebus Dosa Manusia berhasil membuat dipuja Masyarakat dengan diabadikan Patung Beliau berbentuk Salib didalam Gereja Gereja Megah diseantero Dunia dan sayangnya hanya bertahan 400 tahun, ketika Muncul Agama Baru dengan Nabi nya Muhammad Para Pengikut Jesus didaerah Jazirah Timur Tengah berhasil di Tumpas dan Gereja Gereja Megah tadi berubah Jadi Masjid,

Tapi untung tidak semua Negara diluar Timur Tengah berhasil di Tumpas Agama Baru Islam seperti Itali, Inggris, Belanda  dan Negara Negara Eropa masih Eksis Ajaran Jesus, Hanya Jasirah Padang Pasir Timur Tengah saja termasuk Jerusalaem berhasil dikuasai Islam dan belakangan Israel berhasil merebut kembali Sebagian Wilayah Jesus untuk dikembalikan Mengikuti Ajarannya yang sempat Hilang 500 tahun, 1947 Israel mulai Mengembalikan dan Mengibarkan Bendera Jesus setelah berhasil menguasai Jerusalem, Yang Untung Jesus tetap juga Lestari tanpa Putus di Eropa, Dengan Jebol nya Pertahanan Jesus termasuk India dimana Islam pun berhasil menancapkan Kekuasaan hingga Kuil Siwa Taj Mahal di India berhasil dirubah jadi Makam Harem Shah Jihan yang Islam, Pertahanan Majapahit pun runtuh dikuasai Agama Baru dan Terakhir Islam yang memang benar dan paling benar, hingga Sabdopalon pun berucap bahwa 500 tahun akan mengembalikan Buda lagi Agama Leluhur, ini mirip Israel yang juga dalam tempo 500 tahun Hancurnya Jesus telah bisa Mengembalikan Ajaran Jesus di Timur Tengah biarpun masih belum besar, Karena Islam pun cukup Besar bahkan Indonesia pun kini jadi Negara Islam terbesar di Dunia dimana banyak Masyarakat Islam yang ingin berangkat ke Timur Tengah mencegah Israel mengibarkan Jesus.

Kalau dilihat Jesus maupun Budha memang agak mirip yaitu Ajaran Kesabaran hingga dengan mudahnya Islam menumpas nya, karena Islam dari Film Film Jejak Rasul memang Ahli Perang atau dapat julukan Singa Padang pasir, Jadi Pengalaman yang keras, kuat Tidak Makan dan Minum bisa mengalahkan Orang yang terbiasa hidup Enak penuh kedamaian, Jadi dilihat Ajarannya Jesus bisa Mokswa dan mau bertapa 40 hari 40 malam sampai bisa bertemu Alam Gaib dan berdialog dengan Iblis dan Jesus pun sangat Marah Ketika Kaabah / Rumah Allah dipakai Dagang dan memungut Pajak serta jualan Kambing dan Burung, inilah contoh yang bisa dilihat di Bali dimana Pura pun disucikan, bersih dari segala kekotoran dan hanya tempat Suci untuk Upacara, Orang jualan tentunya di Luar tempat Suci bukan didalam Komplek Pura tempat Pelinggih / Candi yang sudah di pagari, Nabi China Kong Hu Cu lebih baik nasibnya hampir sama dengan Jesus Ketika Beliau meninggal 100 tahun kemudian  baru diakui dan dipakai Pemerintah China Ajarannya, Jesus 300 tahun baru diakui dan dipakai Pemerintah Roma, Kong Hu Cu juga nasibnya menyedihkan hidup Terlunta lunta mengemis dengan Ibunya yang tidak diakui Bapak nya, Jesus pun sendirian berjuang hingga di Salib tapi keduanya kini mempunyai Pengikut Milyard'an dan dianut Negara berdaulat Seperti Kristen Jesus dianut di Negara Inggris, Amerika[Benua], Australi [Benua] dll,

Sedangkan Budha, Tao dan Konghucu berhasil disatukan Negara Besar China yang dulu menyatu dengan Majapahit yang kini China masih Kuat sedang bekas majapahit menjadi Negara Islam Terbesar di Dunia, Untung Wilayah "NAN HAY" Laut Selatan masih ada India, Bangkok, Siam, Thailand, Jawa dan Bali, Jadi Dewi Kwan Im masih bisa bebas di Upacarai di Laut Selatan, dan Jawa Selatan masih percaya Ratu Laut Kidul dan sering Larung Sesaji, Bahkan Hotel Pelabuhan Ratu Jawa barat pun masih menyediakan Kamar buat Sang Ratu dan Kepercayaan ini untungnya masih lestari dan Islam sulit Menumpasnya. Keraton Solo dan Jogja pun masih Percaya ratu Mas Penguasa Laut Selatan, sedang China yang tidak punya Laut Selatan untungnya Putri "LUNG NI" Putri Naga Laut Timur Samudra Pasifik adalah Pengawal Dewi Kwan Im yaitu selalu ditaruh sebelah Kiri Dewi Kwan Im sedang sebelah Kanan nya lagi adalah Ku Fa Zen Saudara Angkat Miao San, Jadi Laut Timur sama saja Kekuasaan Dewi Kwan Im dan untung Islam tidak menguasai Lautan karena Arab bukan Negara Maritim hanya didarat Menang dengan menumpas lawan lawan nya seperti di Jawa 1965-1966 Tapi masih untung Mitos Laut Kidul sangat dipercaya Rakyat, biarpun ikut Islam karena Takut di Tumpas tapi adat Nyuguh Ratu Laut Kidul masih Lestari biarpun tidak sehebat Dahulu Sesaji nya dan Untung Bali masih Tetap Pakelem dan menyuguh di Pura Pura laut Selatan sejak Zaman Majapahit, di Bali pun Nasib Jesus sangat Bagus bisa bebas Main Band melagukan "Halleluyah" tanpa dihancurkan Islam, kalau di Jawa seperti di Jakarta Orang Kristen mau Ngumpul dan nyanyi Halleluyah akan berhadapan dengan Habib Arab dan di Hancurkan agak Kurang Baik nasib Jesus Jawa dan Gereja nya pun banyak dihancurkan dan di Bom, Kalau Upacara di Gereja zaman Belanda masih Untung harus dijaga Polisi bersenjata Bedil agar tidak di Bom Islam, seperti Natal 2000 banyak Gereja di Bom,

Semoga Natal 2009 ini Damai Natal sesuai Pesan Jesus "Ditempeleng Pipi Kiri berikan Pipi Kananmu" di Bom Kiri berikan yang kanan ya dahulu habis semua kini untung lah Polisi mau menjaga kerana banyak Orang pangkat yang ke Gereja jadi dijaga dan mudah mudahan dengan Semangat natal ini kita bersatu dalam Kedamaian SEMOGA tidak ada Bom meledak lagi marilah kita tiru China yang bisa menyatukan Budha, Tao dan Konghucu Ajaran Leluhur sampai Masjit pun bebas di China, Sebetulnya Bung Karno juga Pemersatu dengan NASAKOM nya tapi sudah kalah oleh Islam dan di Cap Komunis tidak ber Tuhan jadi Tinggal China yang jadi Bukti dan contoh jangan meniru Islam yang tidak mau menyatukan Ajaran Jesus dan Muhammad padahal sama sama Muja Allah apalagi ajaran Siwa-Buda dan untung Negara China masih Berdaulat bahkan Sudah dianggap Negara Terbesar jadi kita pakai acuan kalau Indonesia kan hanya Bali yang kecil jadi contoh lain wilayah sudah dikuasai Islam, Semoga Indonesia [sekarang hanya masih Bali] dengan Pancasilanya bisa memberi contoh, selama ini hanya Bali yang bisa memberi contoh diluar Bali memang Sulit NATALAN harus penjagaan extra ketat dan Bali pun sudah di Bom 2 X kini Gereja pun sudah di Jaga seperti di Jawa, jadi tinggal Kenangan Kerukunan masa lalu dimana Bali Gemah Ripah Loh Jinawi poun kena Bom,

Marilah DAMAI NATAL kita Laksanakan sesuai pesan Jesus "Ikuti Jejak KU" tapi kalau di Salib Islam ya jangan mau kita sudah 500 di injak injak Agama Baru dan Terakhir menurut pengakuannya sendiri bukan di akui Orang karena suka menumpas lain Agama dan Memang Benar Paling Benar menurut Bukunya dia juga yang belum tentu diakui Orang tapi suka nge Bom. Selamat NATAL semoga JEJAK JESUS menjiwai kita bersama. DAMAI DAMAI DAMAI, GLORIA INEXSELSIS DEO***

Sunday, November 1, 2009

ODALAN MAJAPAHIT GWK DAN UANG KEPENG / CHINA BERHUBUNGAN


Sejak pukul 13.00 wita, Orang sudah berkumpul di Pura Ibu Majapahit Jimbaran, pukul 16.00 Barongsai sudah menari nari didepan Ruko Puri Gading A-1 depan Pura Ibu untuk bersiap Mengiring Pratima Prabu Airlangga dan Buda menuju Pura Majapahit GWK, menyusul Bale Ganjur Ungasan juga tiba akan ikut Ngiring, Mahasiswa / Siswi Mahendradata pun dengan seragam Baju Batik ada yang membawa Pratima Kampus, Gebokan, Sesaji, Tedung dll, juga Umat Bersegam Baju Adat Bali, Yang dari Jawa berbaju Kaos Pura Majapahit dan ada juga yang berpakaian bebas dari Etnis China bersatupadu mengikuti Doa MENDAK dipimpin Mangku Beji GWK, juga Biksu dan Biksuni, Kemudian Barongsai dan Bendera , Umbul Umbul, Pusaka Pusaka Majapahit terdepan, di susul Pratima Prabu Airlangga dan Budha di Gayot dengan Payung Payung Kebesaran Bhatara Wisnu dibelakangnya Bale Ganjur dan Umat Majapahit berbaris menuju Pura Majapahit GWK Barisan ini cukup minggir memberi jalan mobil dan motor untuk mendahului ke GWK, Sampai di GWK diadakan Penyambutan dengan Banten dan di Linggihkanlah Pratima Bhatara Wisnu Pemelihara Alam, dan Di susul beberapa jam kemudian Hujan Lebat sampai menjelang pagi, padahal sebelumnya udara sangat panas, hanya Pagi sekitar pukul 5-6  Pura Ibu juga diguyur Hujan hingga 3 jam, Ini Menandakan Bhatara Wisnu yang di Simbolkan AIR berkenan TURUN menyirami Tanah Permaisuri Beliau yang disebut DEWI SRI, hujan juga menyirami Sang BOMA putra WISNU yang berupa Dewa Tumbuh tumbuhan agar menghijau sehat setelah dihantam kekeringan, Sebuah Odalan simbul Adat Bali yang sudah lestari Sejak Zaman Majapahit.

Dalam Acara ini juga terbukti Bhatara Tedun dengan Banyaknya Mahasiswi yang Karauhan / Kapeselang Ida Bhatara yang merasa Gembira bahwa Para Keturunan Beliau masih ingat dan mau mengupacarai, bahkan dari Jawa pun ikut hadir, dikarenakan di Jawa Pura Majapahit Trowulan ditutup tidak boleh Odalan "Dilarang Ritual dan Kegiatan Dalam Bentuk Apapun" sejak 16 Vov 2001 oleh Camat Trowulan Almarhum yang tunduk dengan Imam / Takmir Karyono untuk memuja adat Arab yang tidak mengenal Upacara Odalan, dan memang Adat Majapahit sudah ditumpas 500 tahun yang lalu yang ditulis di Babad Kadhiri yang sudah bisa diterbitkan lagi awal 2009 sebelumnya dilarang sejak 1966 karena melecehkan islam yang datang damai katanya, disusul di Tumpas nya Bung Karno Penggali Pancasila dan Pendiri RI, dimana Pancasila adalah diambil dari buku KAFIR Majapahit Sutasoma yang sangat bertentangan dengan Quran dari Arab yang mengharamkan Acara Acara Musrik mulai 1965 sampai Punden, Berhala, Acara Musrik , adat China termasuk Buku Tan Khoen Swie / Babad Kadhri, Buku buku Bung Karno pun dilarang, Barulah diera Gus Dur Adat China dibebaskan, Tapi Acara Adat Musrik mungkin masih dilarang kecuali Bali, Jadi dengan ditutupnya Pura Majapahit Trowulan maka yang kaya bisa ke Bali ikut Odalan, yang miskin ya Odalan kecil kecilan / Tumpengan saja di Jawa sambil melihat TV bencana kemarahan Alam Nusantara yang dilarang Adat nya, dan harus tunduk Adat Arab negri Padang Pasir yang hanya punya Kurma.


Puncak Acara hari ini hingga tengah malam nanti, dan Bhatara Wisnu Nyejer 3 Hari di Pura GWK dan tanggal 5-11 akan diiring Pulang ke Ruko Puri Gading. Dipuri Gading juga pagi ini diadakan Pembahasan Uang Kepeng / China mengapa dipakai Odalan, Dimana ditemukan bahwa Uang Kepeng sangat Istimewa bagi Balian Bali, Karena sarana Uang Kepeng ini bisa menjelaskan secara Kerauhan tentang sebuah Keluarga Besar apa dan bagaimana Kekurangan, maupun kesalahan dalam melaksanakan Upacara, Juga Tulisan 4 Huruf China ini sangat Luas Artinya, Contoh Sebuah Pratima ada Uang Kepeng nya, Maka Pratima ini bisa diketahui masa Pembuatannya, Zaman Raja siapa yang berkuasa di China hingga tahun dan Dinasty nya bisa jelas terbaca, Jadi Hanya Bali yang bila Upacara masih menggunakan Uang Kepeng / China ini untuk Sesari, bahkan ditanam untuk Pedagingan Pura, Juga ikut di bakar waktu Ngaben untuk sangu ke Alam Kadewatan / Budhaloka, inilah berita acara Odalan di Pura Majapahit GWK yang jatuh Purnama Kelima, sampai tulisan ini ditulis masih banyak Orang datang bawa Keben Banten yang datang Maturan, terus juga ke Pura Ibu di Jimbaran, dengan Pakaian Adat warga Bali tak putus putus nya datang untuk Sang Kawitan Bhatara Wisnu Prabu Airlangga ini, Yang dari Jawa menginap nya di Pura Ibu Jimbaran, karena di GWK tidak ada tempat padahal Ruko nya banyak dan Kosong semua yang kini milik Investor Baru, dimana dulu Prabu Airlangga, dan Para Leluhur Majapahit berada di Ruko yang dulunya ada Pelinggih PENARI kemudian ditempati Leluhur Majapahit, Kemudian digusur pindah oleh investor Baru, dan Leluhur pindah Ruko Puri Gading, dimana umat lalu Maturan tanah di belakang Ruko hingga terwujut Pura Ibu Majapahit Jimbaran yang terdiri 3 Candi, 1 Gedong Klenteng, 1 Meru Tumpang sebelas cor tertinggi di Indonesia [Bali Pos versi] ,

Kuri Agung Candi Bentar, Pendapa Agung dan Bale kukul, dimana Odalannya Buda Kliwon Gumbreg Enyitan dan sudah 5 X Odalan karena Odalannya 6 bulan sekali sesuai Adat Majapahit Bali, untuk GWK juga Odalan kali ini yang ke 5 X nya yaitu Purnama Kelima diadakan tiap tahun 1 X, yang jatuh hari ini 2 November 2009 hari ini Odalan Ketua panitia Gusti Kampial, Pelaksana Komang Artanegara yang dibantu semua Pengempon, Penyungsung, Semeton, Pendukung, Pencinta, Simpatisan Majapahit, Gamelan Gede Buleleng akan menyemarakkan Odalan ini, juga Tari Tarian termasuk Barongsai akan di tampilkan malam ini mulai jam 20.00 wita disamping menghibur Pengunjung juga Mengiringi Upacara Sakral untuk Para Leluhur Majapahit yang sulit diadakan di Trowulan akibat minimnya pengetahuan Budaya Majapahit karena sudah terbiasa Budaya Arab yang serakah tidak mau menerima budaya Kafir apalagi mendengar Hindu yang asiosiasinya Muja Setan karena Islam Muja Allah, dan Dewa dianggap setan dimana Orang Bali Hindu Kolonel AU Agung awal 2000 diserbu rumah, Pelinggih / Tempat sembahyang nya dihancurkan dan dibakar. Sang Kolonel Tewas dan dikubur di Bong China,

Hingga Acara di Trowulan Odalan Untuk Patung Dewa pun si Pura Hyang Suryo dianggap Muja Berhala / Setan, Bahkan Leluhur yang di Candikan sebelum Islam masuk pun dianggap Setan, hingga acara acara Pura Majapahit dilarang Ritual dan Kegiatan dalam bentuk apapun oleh MUSPIKA dan tulisan ini ditempel didepan Rumah Hyang Suryo, pernah ada Rombongan Bali datang Mangkunya diseret seperti Anjing kepinggir jalan disuruh membaca Tulisan Larangan itu Oleh Imam Karyono disaksikan Kapolsek, Camat Ketua RT dan masyarakat Trowulan, sayang tulisannya sudah tak terbaca,jadi agak malu juga yang nyeret, akhirnya oleh KH Nurhadi Ketua Fraksi PKB Anggota DPRD Mojokerto diganti baru Tulisan Computer di liminating agar mudah dibaca pengunjung Pura, kini Tulisan itu Hilang dibuang Orang tak dikenal yang mengganggap Tulisan Ilegal tanpa dasar Hukum Keputusan Pengadilan yang Sah bahkan Ada Mahasiswa teriak teriak marah atas penutupan tapi di tenangkan Hyang Suryo disuruh menghadap Takmir Karyono apa ke Camat menanyakan, juga banyak Tokoh dari luar daerah kekuasaan  Imam Karyono marah marah tapi tidak bisa berbuat apa apa karena Kekuasaan Arab sangat Dominan, Contoh di TV ada Habib merusak kampus Achmadiah dan Nyomasi Pemerintah RI agar membubarkan Islam yang sejak 1925 di Indonesia bahkan Presiden RI Soekarno saja mengijinkan, SBY langsung rapat dengan Mentrinya ketakutan dan mengekuarkan SKB menghadapi Somasi 1 Habib Arab ini bukti betapa RI gemetar Presidennya di somasi 1 Habib ini belum 10 Habib, bahkan AL, AD, AU, POLRI pun diam dengan senjata lengkap menjaga rumah sang Habib pemilik RI ketika ada massa mau mendemo rumah Habib [Berita TV kelihatan Polisi senjata Lengkap menjaga kantor Habib yang papan namanya dirobohkan massa],.

Tapi karena Diundang ke Bali jadi Odalan di GWK, 2 Bulan lalu ada Rombongan Orang Bali dari Sukawati Gianyar, mau lihat lihat Pusat Informasi dirumah Hyang Suryo bekas rumah Lurah yang juga diserbu Karyono dan melarikan diri [Jawa Pos] karena Lurah nya lari tidak diketahui kemana dan rumah itu milik Hyang Suryo lalu dibuka Pusat Informasi Majapahit, inipun tidak boleh di kunjungi Pengunjung dari Sukawati Gianyar Bali tadi di USIR oleh Beno yang mengaku Mangku Majapahit, Raden Sisworo penjaga Pusat Informasi tidak bisa berbuat apa-apa, Padahal ada Caleg Jadi pernah ke Pusat Informasi mau kerjasama menarik Wisata, tapi Wisata datang malah di Usir Beno anak buah Takmir Karyono, "Nabok Nyilih Tangan" sekarang Karyono pakai Orang Ngusiri Tamu dari Bali memakai orang bernama Beno bahkan mengangkat diri Mangku Majapahit. Ada informasi juga dari penduduk bahwa Beno ini Informan Polisi jadi bisa bebas Ngusir Tamu Orang Bali, karena jelas karena Informan / Mata Mata Polisi jadi bebas di Pedesaan nginjak nginjak rakyat buta hukum, Terbukti Imam /Takmir Karyono pun tidak mengakui Hukum RI yang mengtrapkan adat Arab dan dibiarkan Aparat bahkan di dukung Camat nutup Pura Majapahit Trowulan.

Demikianlah hidup di Pedesaan yang jauh dan memang tidak ada HAM nya, HAM hanya di Jakarta dan kita maklum. Kasihan Polisi di desa sedikit (11 orang), mereka takut di bunuh dan kantornya di Bakar Massa Karyono jadi harus mendukung dan mengorbankan minoritas demi Menggembirakan Arab Karyono Kecuali Densus 88 yang diusulkan Ustadz Ba`asir di Bubarkan malah tetap berani bahkan Ali Orang Arab pun ditangkap dan disiarkan Penyandang dana Teroris, Densus kan cuma di Jakarta? daerah belum punya ,Jadi Takmir Karyono Densus nya untuk membubarkan adat Jawa kafir Pura Majapahit, Hingga Odalan untuk Prabu Airlangga yang di Surabaya ada Universitas Airlangga nya malah Airlangga Odalan di Bali kebetulan Bali bikin Patung Airlangga  [GWK] jadi Pratima Prabu Airlangga bisa Odalan di Komplek Patung Airlangga , Drs Komang artanegara S.E Panitia Odalan juga Pegawai GWK 2 November 2009,-

Thursday, October 22, 2009

HIKMAH PENUTUPAN PURA MAJAPAHIT TROWULAN


Suatu Hikmah besar terjadi akibat Penutupan Pura Majapahit Trowulan, Pura Majapahit Tempat Leluhur Majapahit di mana Semua Keturunan Majapahit Apapun Agamanya Dahulu bisa sembahyang mohon Kerahayuan kepada Leluhur menurut Adat Kafirun sisa sisa Majapahit di Jawa, dimana Untuk tatacara Odalan sangat merepotkan Keluarga Besar di Bali, Dimana Banten Odalan didatangkan dari Bali, karena yang bisa buat hanya Orang Bali, hingga banyak kunjungan orang orang Bali biarpun tidak Odalan, juga dari Solo, Jogja, Jakarta, Kadiri dll diJawa Keturunan Majapahit bergembira Impian Orang Jawa bisa bebas Nyuguh, melestarikan Budaya terkabul, Orang Bali pun yang senang memuja Kawitan dan mereka memang Manusia Beradab yang ingat Asal Asulnya pada Ngayah membuat Odalan pada Sang WIT, Pemandangan yang sungguh sangat Unik dimana Orang Islam Ber jilbab, Songkok Haji bisa bersama Tumpengan dengan Gadis Gadis Cina Katolik / Kristen juga Orang Pakaian Adat Bali Hindu, Pokoknya di Pura Majapahit Rumah Hyang Suryo ini selalu ramai di Kunjungi dan bernuansa Pancasila tanpa di rekayasa, Hyang Surya Wilatikta jarang keluar rumah, Beliau "Mandito" seharian ngurusi Leluhurnya dan melayani Para Keturunan Majapahit yang selama ini bergembira bisa Nyekar dan Upacara di Candi Leluhur nya. Warung betebaran sekitar Pura, Parkir pun memberi hidup warga sekitar, suasana Gembira contoh Pancasila bisa dipertotonkan, bahkan Touris Manca Negara pun berdatangan nonton barongsai, dan aneh mereka lebih Gila lagi dan Kafir mereka sangat Percaya Majapahit, bahkan mau Meditasi, India tak ketinggalan awalnya kerauhan dewa Wisnu, pada berdatangan mengadakan AGNI HORTA bahkan waktu itu sangat beruntung Rombongan KPLP Tanjung Perak dibawah pimpinan Bapak IMAM ikut Agni Horta dan dahinya diberi Titik Arang hitam.


Demikianlah suasana Trowulan bak kembali kemasa Kejayaan Majapahit sampai POSMO 1999 memberitakan Pura Majapahit [blog lain] Hari Raya Nyepi Orang  Jawa dengan Gembira bisa Ngerupuk Keliling Segaran bawa Obor, Tumpeng dan membunyikan Tetabuhan semua ini hilang sirna ketika ada Camat baru yang mulai ngobok ngobok Acara Pancasila ini, diawali 30 September 2001, Hyang Suryo dipanggil untuk menjelaskan Tentang Pura Majapahit dan acara aneh menyebarkan Agama Hindu, hal ini sudah menjadi lagu lama akan dihancurkannya suatu Kelompok yang tidak disenangi Agama Terbesar Negri ini, Koran dan Media TV sudah gencar menyiarkan Pemanggilan Sesepuh Kejawen kemudian Alirannya dibubarkan dengan Dalil Sesat, karena sudah pengalaman Hyang Suryo pun mengikuti saja, dan benar MUSPIKA, Tokoh Agama Islam, KUA, Ketua Ansor Khoirul Huda menjadi Bintang seolah mau menumpas Acara Kebangsatan / Kekafiran / kemusrikam dll dsb dst yang dilakukan Hyang Surya, Apalagi Pemilik Rakyat Ketua Praksi PKB anggota DPRD yang mulia H. Nurhadi ikut mendukung Penumpasan adat Majapahit yang memang di Tumpas 500 tahun yang lalu sesuai kitab Tan Khoen Swie yang baru terbit awal 2009, Penjelasan tetap dilaksanakan Sesuai skenario Basa Basi yang jelas dianggap SAMPAH, sebab tujuannya hanya MENGHANCURKAN ini sudah terjadi Kolonel Agung orang Bali sudah di HANCURKAN rumah berikut Candi / Padma yang hanya satu sesuai Agama Hindu dijawa yaitu 1 Pelinggih Hyang Wdhi Wasa, Tunggul Manik Punden Desa pun sudah Hancur rata tanah 9-0-1999, bahkan Gereja Gereja di Mojokerto pun Luluh Lantak di BOM natal 2000 , ya mau apalagi? Kebangsatan / Kemusrikan / Kekafiran yang belum HANCUR tinggal Pura Majapahit Hyang Suryo dan Cerita selanjut nya sudah bosan mengulangi lagi Semua sudah tahu Mas Media di Dunia pun sampai memberitakan tapi dianggap berita Busuk /sampah dan tidak perlu ditanggapi Oleh Agama yang Memang Benar dan Paling Benar di bumi ini yakni Islam lha wong Kristen saja dulu ditumpas Gereja Gereja dijadikan Masjit di Turki, Kuil Siwa dijadikan Kuburan Harem seperti Taj Mahal India dll, Pura Majapahit jadi Bulan bulanan oleh Imam Karyono cs seolah Bola sepak kebetulan Karyono memproduksi Bola dirumahnya. Singkat cerita MUSPIKA pun Menutup dan Melarang Kegiatan dalam bentuk apapun Pura Pancasila yang Garudanya disebut Tohut berhala, menyusul BOM BALI meledak menambah bukti kekuasaan TERORIS mulai diatas angin. Hyang Suryo pun di Undang ke Bali hingga ada PURA MAJAPAHIT PUSAT GWK dan Singaraja pun iri ikut mengundang hingga terwujut GANESA TERTINGGI DI DUNIA diteruskan PURA IBU MAJAPAHIT jimbaran Meru / Pagoda nya Tertinggi di Indonesia [Bali Pos] menyusul kitab BAGAWAD GITA terbesar di Dunia juga terbentuknya FORUM KEBANGKITAN SIWA BUDHA. Yang diketuai GRP Nokoprawiro, Leluhur akhirnya di Upacarai di Bali, dimana sangat menguntungkan Karena memang Banten Odalan hanya bisa dibuat di Bali, dan ini ngirit Transport, karena Odalan di Bali maka Odalan bisa di perbesar karena tidak dibebani Transport ke Jawa, Penyungsung di Jawa pun malah ke Bali sambil berwisata ria, Orang tak mampu di Bali pun bisa ikut Odalan, yang tidak mampu di Jawa ya gigit jari dulu menghormati Adat Islam Aliran Anti Leluhur, sambil nonton Kemarahan Leluhur berupa Bencana Alam Angin Besar Menerjang, Banjir Bandang, Air Laut naik kedaratan, Gempa 7 X sehari, disusul PAGEBLUG pagi sakit sore Mati, Sore Sakit pagi Mati. Kebetulan sudah lama ditulis Sabdopalon dan sebetul nya dulu bisa dilupakan, Tapi setelah di Tutupnya Pura Majapahit Jl. Brawijaya tembus Jl. Sabdopalon ya mungkin kebetulan nama ini yang akan bangkit 500 tahun sejak Keruntuhan Majapahit "Sirna Ilang Kertaning Bumi" 500 tahun yang lalu, apakah ini sudah Pas 500 tahun ? baca saja 'Ramalan Sabdo Palon" yang penting nanti 2 November 2009 Pura Majapahit GWK Odalan menghibur Leluhur sesuai Kepercayan Kafir Pemuja Leluhur bukan Allah, dan para Kafirun Percaya bahwa Leluhur bisa membantu mengenalkan Allah, sesuai Hukum Allah Kelima sendiri yang mengatakan "Hormatilah Orang Tuwa MU supaya kamu dapat SURGA dan USIA yang PANJANG" ternyata Orang Kafir seperti sisa sisa Majapahit masih menjalankan Ajaran Import Yang menguasai Negri ini dengan bukti Hukum Allah ke V tadi, Puas? Kini Trowulan Sepi Warung pada tutup, itu Pak Ardjo yang biasanya Buka Warung Botok'an dengan membawa belakangan Jaring Keliling Segaran car ikan setelah Warungnya tutup kini tak kelihatan lagi "Meninggal Dunia Yang" kata penduduk Segaran  juga Erna gadis Cantik Putri Yu Sita yang buka Warung di Putri Cempa " Sudah tidak ada Yang" ucap Yeni Kakak nya "Lho kawin ya?" tanya Hyang Suryo dijawab Yeni sambil menangis " Eyang tidak tahu ya? Erna sudah Meninggal Dunia Yang" demikian gambaran Trowulan yang sepi, Bahkan beberapa bulan lalu ada Rombongan dari Sukawati Gianyar 3 Bis itupun di USIR oleh Beno anak buah Karyono telpon dari Andri Putra Klenteng Tuban yang mau membukakan pintu Rumah Hyang Suryo "Dari pada ribut Orang Bali nya ngalah tidak jadi dan tancap gas pergi dari Trowulan" kata Sisworo Menantu Kiyai Sodik Tokoh NU Sentonorejo yang menjaga Pura Majapahit, Demikianlah Gambaran Pusat Kerajaan Kafir yang bisa Menyatukan Nusantara dan membuat Pancasila yang kini dikuasai Segelintir orang Anti Majapahit, Persatuan, Kerukunan, Pancasila yang masih digantung di Kantor Pemerintah dan Swasta untuk hiasan dinding.
Semoga IBU PERTIWI tidak menangis SEDIH melihat Keturunannya yang anti tanah airnya. SEMOGA ALAM TIDAK MURKA karena Pura Majapahit masih Odalan nanti 2 November 2009 di GWK, SEMOGA.